Khoirul Ummah
Oleh : Mualimin, S.Pd.I
Seorang motivator mengatakan untuk merubah suatu bangsa ataupun
bahkan dunia tidak lain adalah dengan memperbaiki individu-individu suatu
bangsa, begitupun juga dengan komunitas halaqah yang skalanya belum seberapa
dengan angka untuk merubah bangsa ataupun dunia, akan tetapi paling tidak kita mempunyai
visi dan misi yang sama yakni untuk menjadi generasi terbaik untuk mencegah
dari yang keji dan munkar, untuk itu paling tidak ada 3 poin penting yang
menjadi pondasi:
a.
Mulailah
dari diri sendiri
Setiap individu sebagai insan yang mulia diberikan oleh sang khalik
dengan berbagai potensi, dan tentunya potensi yang dapat memberikan kebaikan
untuk dirinya sendiri serta umat disekitarnya. Kalau kita berbicara masalah
halaqah ini berkaitan dengan pribadi seorang pemimpin (murabbi) yakni mampu
menjadi panutan atau suri tauladan bagi bawahannya (mutarabbi) baik itu
perkataan maupun perbuatan dapat dipertanggungjawabkan.
b.
Mulailailah
dengan hal yang terkecil
Dalam kaitan masalah ini kesuksesan seseorang dalam merubah suatu
hal yang besar tentulah berawal dari
yang terkecil, dalam arti bahwa seagala sesuatu ada tahapan dan sesuai
kapasitasnya. Kalau kita kaitkan dengan halaqah merupakan berawal dari
komunitas yang kecil namun jika dapat dilakukan dengan terus menerus, diiringi
dengan semangat dan keistiqomahan serta dimanage dengan baik, maka kita telah
berusaha untuk mencapai sebuah perubahan yang besar dan akan melahirkan
generasi terbaik yang akan merubah suatu bangsa bahkan dunia.
c.
Mulailah
dari sekarang
Banyak orang gagal karena sulit untuk menghilangkan keraguan yang
ada pada dirinya boleh dikatakan kurang percaya diri dan kurang sigap dalam
mengambil keputusan padahal berawal dari keberanian itulah seseorang akan mampu
untuk menggapai perubahan, kita tahu bahwa segala sesuatu pasti akan ada resiko
yang akan kita tanggung. Akan tetapi paling tidak dengan keberanian itu kita
telah banyak mendapatkan pelajaran berharga dari apa yang dilakukan sebelumnya,
semisalnya jika kita pernah gagal maka tidak mungkin kita akan mengulangi
kegagalan yang sama dan yang pastinya kita sudah siap mental serta akan
melakukannya dengan penuh hati-hati.
Kalau kita kaitkan dengan komunitas halaqah, seorang mutarabbi
tidak mungkin selamanya akan menjadi seorang mutarabbi, ya paling tidak
mempunyai keberanian untuk meningkat/ kemajuan untuk menjadi seorang murabbi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar